Informasi Club Sepak Bola Internasional

Menu Close

Tag: sepakbola indonesia

Match Fixing Membayangi Permainan Klub Sepak Bola Indonesia

Apabila mengikuti perkembangan klub bola Indonesia selalu saja ada kontroversi yang terjadi, mulai dari fans, klub, maupun penyelenggara. Tragedi kematian supporter antar klub yang didukung dalam pertandingan seringkali terjadi. Berawal dari adu mulut, saling tak terima mulai dari unsur klub itu sendiri atau permainan yang tidak berjalan semestinya.

Namun yang paling disoroti adalah permainan belakang yang dilakukan oleh para mafia sepak bola. Alih-alih dengan tujuan tertentu, skor data sgp dimanipulasi. Permainan dalam pertandingan tak lagi se-natural semestinya. Karena bisa disebut seperti drama settingan yang sudah memiliki narasi, baik dari pemain antar klub atau unsur lain seperti wasit dan hakim garis.

Match Fixing Kerap Terjadi

Istilah permainan seperti ini dikenal sebagai match fixing atau manipulasi permainan. Atau bisa dibilang di sebuah pertandingan sepak bola sudah dibeli untuk memenangkan salah satu pihak. Biasanya wasit yang bertugas sudah disuap untuk memihak salah satu klub yang bertanding. Hukuman pelanggaran pemberian kartu yang seharusnya dikenakan apabila terjadi pelanggaran permainan bisa saja tidak diberikan.

Meskipun sesuai amanat Kapolri No. 3678 tanggal 21 Desember 2018 membentuk Satuan Tugas Anti Mafia Bola yang bertujuan memberantas pengaturan skor tetap saja belum maksimal. Di berbagai Liga yang diadakan masih saja terjadi. Biasanya yang sudah biasa menonton sepak bola pasti tahu perbedaannya. Mana yang tanpa kecurangan atau permainan dengan kecurangan.

Bagaimana pun keberadaan skor pada sebuah pertandingan menjadi yang ditunggu-tunggu. Apalagi jika klub yang didukung menang akan menjadi kebanggaan tersendiri. Karena jarang pula seseorang mendatangi sebuah pertandingan sepak bola yang digelar tanpa maksud mendukung klub tertentu. Namun yang terjadi sekarang pengaturan skor menjadi sebuah problematika.

Kejanggalan demi kejanggalan selalu menjadi sorotan penonton, efek jangka panjangnya penonton yang sebelumnya fanatik menjadi malas untuk menonton pertandingan. Tetapi bagi yang tidak tahu malah semakin senang karena klub yang didukungnya menang, bahkan juara. Yang paling ngeri adalah sebelum pertandingan berlangsung, antar tim sudah bernegosiasi menang dan kalah.

Dalih kepentingan untuk mempertahankan klub karena urusan pembiayaan klub menjadikan hal semacam ini diterima, meskipun sudah tahu risiko ke depannya. Permainan yang paling menjadi sorotan terjadi pada 2018 saat PS Mojokerto Putra melawan PSS Sleman. Padahal saat itu sedang pinalti, tetapi bola dibuang begitu saja. Pinalti adalah hukuman tim lawan yang paling berharga untuk membalas skor.

Modus Praktik Match Fixing

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali sangat menyadari hal semacam ini sangat sering dan mudah terjadi di Indonesia. Sejak tahun 2003 praktik ini sudah merambah ke Liga Indonesia. Apabila ditelisik lebih mendalam mengenai kepentingan pengaturan skor sangat luar biasa. Karena tujuan utama dalam permainan sepak bola adalah skor yang saling beradu.

Bandar atau mafia sepak bola di Indonesia kebanyakan berasal dari Malaysia, Hongkong, dan Singapura. Dengan modus menghubungi seseorang yang dianggap memiliki jaringan dalam permainan kepada runner klub. Bandar tersebut kemudian mengajukan dan meminta saran kepada runner klub yang akan dipakainya dengan imbalan tertentu.

Selain itu juga berperan sebagai jalan awal masuknya bandar menuju permainan kompetisi. Dapat kita ketahui untuk menjadi bandar juga harus tahu seluk beluk persepakbolaan dengan baik. Mungkin juga sudah lama bermain di dunia seperti ini. Proses permainan diserahkan kepada runner, oleh karena itu di sini runner sebagai pihak pengatur skor atau penjembatan.

Sebenarnya praktik semacam ini bisa berjalan karena dasar kedekatan, meskipun pada kebanyakannya adalah unsur uang semata. Praktik ini berjalan dengan memanipulasi pemain, manajemen tim, maupun penyelenggara. Bahkan, gol bisa disetting detik dan menitnya.

Hukuman Bagi Pengatur Skor

Sebenarnya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah mengatur aturan hukumnya melalui Kode Disiplin pasal 72 tentang manipulasi pertandingan secara ilegal. Dalam pasal ini berbunyi,”Siapa pun yang berkonspirasi mengubah hasil pertandingan akan mendapat sanksi berupa denda sebesar Rp 250.000.000 dan sanksi larangan ikut serta dalam aktivitas sepak bola seumur hidup.”

Aturan ini tidak hanya ditujukan bagi pemain saja, melainkan semua unsur yang terlibat seperti manajemen atau official, perangkat pertandingan, dan penyelenggara. Hukuman terberat dikenakan kepada klub yang bermasalah denda Rp 500.000.000 dan sanksi larangan berlaga dengan didegradasi atau pindah liga. Karena bagi orang yang tahu, setiap liga memiliki gengsi tersendiri.

Dan bagi para pelaku pengaturan skor atau bandar secara personal bisa dijebloskan ke penjara karena dituntut secara hukum. UU No.11 Tahun 1980 Pasal 2,3,4, dan 5 tentang tindakan pidana suap. Sehingga tak lagi celah secara hukum. Sekarang tergantung bagaimana moral dan pengawasan berlangsungnya sebuah pertandingan. Semua unsur dalam pertandingan harus turut serta mendukung berjalannya pertandingan yang diselenggarakan secara sportif. Penonton juga harus cerdas dalam membaca permainan. Apabila tidak dihilangkan sepak bola Indonesia akan kehilangan antusias penontonnya.

TIMNAS Muda Baru dengan Segudang Talenta dan Penghargaan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia tahun ini memang sedang dilanda kebahagiaan yang luar biasa. Para pemain muda yang berbakat kini mulai bermunculan dan terpilih menjadi pemain terbaik untuk masuk Timnas. Kita tahu sendiri jika Timnas beberapa waktu itu sempat terpuruk karena gagal di beberapa pertandingan yang diikuti. Namun, itu bukanlah akhir, justru menjadi tamparan untuk menjadi lebih baik lagi.

Timnas sebenarnya sudah berdiri lama dari zaman sebelum merdeka. Tapi PSSI, tidak mengakui pertandingan yang terjadi pada masa sebelum merdeka. Dahulu memang Timnas dipandang tidak bagus oleh dunia internasional karena kurangnya arahan dari beberapa pihak yang menunggangi PSSI. Terlebih lagi, beberapa waktu lalu PSSI terlibat masalah mengenai ketuanya yang tidak bagus dalam mengatur PSSI.

Namun, segudang masalah tersebut tidak membuat Timnas menyerah begitu saja untuk mendapatkan kemenangan. Terbukti, di era baru pada tahun 2016, Timnas U-23 telah menang menjadi Runner-up Piala Suzuki AFF 2016 dan langsung melaksanakan kongres pada tanggal 8 Januari 2017 dalam rangka menetapkan Luis Milla untuk menjadi pelatih Timnas Senior dan juga U-23.

Sementara itu, baru-baru ini pada tahun 2018 hingga 2019, Timnas U-16 dan juga U-22 telah menorehkan prestasi baik tim ataupun pemainnya. Penghargaan tersebut merupakan angin segar pada sepak bola Indonesia karena kini sepak bola Indonesia telah bangkit dan tak terpuruk lagi, ada harapan untuk menuju kesuksesan dengan para pemain baru yang masih muda.

Penghargaan dan Rekor Timnas U-22 Dikejuaraan Piala AFF

Setelah mengalami musim paceklik, kini Timnas U-22 telah memenangkan piala AFF U-22 dengan kemenangan 1xbet 2-1 atas Thailan di Stadion Phnom Penh, Kamboja pada 26 Februari 2019. Dengan hasil yang keluar tersebut, Indonesia keluar sebagai pemenang AFF untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun mengikuti kejuaraan ini.

Sebenarnya, Timnas Indonesia sempat pesimis karena harus bermain dengan 10 pemain saja. Namun, keberuntungan memang telah berpihak pada kita, gol dari Timnas Indonesia tercipta melalui gol bunuh diri dari 2 orang pemain Thailand dan diamini oleh 2 pemain yang mencetak gol. Ada banyak rekor yang ditorehkan oleh Timnas U-22 ini. Berikut adalah beberapa rekor yang tercatat selama pertandingan piala AFF :

  1. Memperoleh rekor dan sejarah baru untuk Indra Sjafri. Indra terbukti telah menjadi pelatih berpengaruh karena dapat membawa Timnas menuju kesuksesan dengan meraihnya kejuaraan AFF untuk timnas U-22 ini setelah AFF U-29 dan juga AFF U-19.
  2. Terdapat Top Scorer. Dengan kejuaraan ini, Garuda Muda juga telah mencetak top scorer baru yaitu Marinus Wanewar yang telah mencetak tiga gol. Dan skor tersebut ternyata sama dengan kapten Thailan, Saringkan Promsupa dan dari Vietnam, Tran Danh Trung.
  3. Tidak hanya itu, ternyata Timnas U-22 adalah tim yang paling produktif di piala AFF 2019. Perlu Anda tahu, di catatan, Indonesia telah mencetak 8 gol. Lebih banyak dibandingkan dengan Vietnam yang hanya 7 gol saja.
  4. Rekor yang Cemerlang untuk Indonesia. Karena dikatakan Timnas U-22 adalah tim tak terkalahkan. Hal itu disebabkan Indonesia tidak pernah terkalahkan dengan hasil rekor 2 imbang dan ada 3 kemenangan.
  5. Indonesia telah mempunyai 3 gelar untuk piala AFF yaitu ztimnas U-19 pada tahun 2013, U-16 pada tahun 2018  dan U-22 pada tahun 2019.

Pemain Timnas U-16 Mendapatkan Penghargaan yang Bergengsi

Kita sendiri tahu bahwa Timnas untuk U-16 telah menorehkan prestasi terlebih dulu pada tahun 2018 karena telah memenangkan piala AFF. Ternyata tidak hanya itu, para pemain Timnas U-16, juga diberikan penghargaan Indonesia Sport Award dengan predikat terfavorit untuk tim beregu putera.

Tentu dengan penghargaan tersebut, menambah semangat untuk para pemain untuk bisa berlatih lebih giat lagi dan memenangkan turnamen-turnamen lainnya yang siap menanti mereka di masa depan yang akan datang. Selain menjadi semangat bagi mereka, penghargaan tersebut juga memberikan rasa bangga kepada setiap pemain karena kerja keras mereka terbayarkan dengan penghargaan tersebut.

Tidak hanya itu, salah satu pemain Timnas U-16 yang bernama Supriyadi juga mendapatkan penghargaan dari walikota Surabaya, yaitu bu Risma. Penghargaan tersebut diberikan pada upacara kemerdekaan, dan Supriyadi juga telah diundang untuk datang ke Balai kota Surabaya. Dan Supriyadi telah hadir di kediaman bu Risma pada malam hari tanggal 16 Agustus 2018.

Bu Risma memberikan penghargaan kepada Supriyadi sifatnya istimewa karena Supriyadi adalah pemain U-16 yang berasal dari Rungkut, Surabaya telah mengharumkan dan membanggakan kota Surabaya dengan prestasi yang ia torehkan.

Semakin berkembangnya dunia sepak bola Indonesia, kita sebagai rakyat Indonesia harus terus memberikan semangat kepada para pemain muda yang sekarang sedang berjuang untuk membawa kesuksesan. Semangat terus persepak bolaan Indonesia!

5 Sponsor Gandeng Persebaya, Berapa Nominalnya? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Akhirnya Persebaya Surabaya telah berhasil menyabet 5 sponsor sekaligus untuk menemaninya dalam ajang kompetisi musim pertandingan di tahun 2019. Jumlah sponsor yang berhasil digandengnya kali ini jauh lebih sedikit dari musim pertandingan yang lalu. Karena di musim lalu, Persebaya memiliki 9 sponsor. Sedangkan saat ini hanya masuk 5 sponsor saja.

Namun meskipun begitu, kabarnya akan ada sponsor tambahan yang akan bergabung dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan oleh Lucia Cicilia. Salah satunya adalah Kapal Api, perusahaan ini masih tetap menjadi sponsor utama tim dengan sebutan Green Force ini. Sementara itu, akan ada perusahaan asuransi bersama investasi Reliance yang siap menjadi pendatang baru untuk Persebaya.

Tak hanya itu saja, Business Director Persebaya juga mengatakan bahwa dirinya akan mencari beberapa sponsor lagi. Karena saat ini masih ada beberapa sponsor yang masih dalam proses dealing. Pihaknya hanya berharap supaya segera ada kepastian. Untuk nominal kontrak dari 5 sponsor itu sendiri masih belum dibuka dihadapan publik.

Jadi, pihaknya hanya bisa memastikan bahwa kerja sama yang dilakukannya tersebut hanya bersifat simbiosis mutualisme.  Karena, berbicara tentang uang sponsor ini adalah rahasia diantara perusahaan dan klub persebaya. Hal ini disampaikan oleh Cicil. Tak hanya 5 sponsor utama itu saja, ternyata masih ada sponsor pendamping Persebaya lainnya.

Bersama Sponsor, Persebaya Percaya Gait Juara Liga 1

Sponsor pendamping Persebaya lainnya ada Safe Care, Antangin dan juga MPM. Dari ketiga sponsor pendamping ini, Safe Care adalah satu-satunya sponsor pendamping yang sudah bekerja sama dari Liga 1 2018 yang lalu. Untuk wajah baru sponsor Persebaya kali ini adalah Reliance. Perusahaan ini bekerja dibidang asuransi, investasi dan juga keuangan.

Mengingat jumlah sponsornya cukup banyak, hal ini membuat target Persebaya untuk memenangkan ajang kompetisi Liga 1 semakin meningkat. Karena di musim yang lalu, Bajul Ijo ini Cuma bisa berakhir pada peringkat kelima saja. Maka dari itulah, kali ini mereka ingin menjadi lebih baik lagi supaya bisa membuat bangga para masyarakat dan juga para sponsornya.

Sebagai sesama merk dari Indonesia, Antangin memiliki visi yang sama dengan Persebaya. Yaitu ingin menyatukan Indonesia lewat ajang olahraga sepak bola. Pihaknya sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Antangin dari 3 tahun belakangan ini. Tak hanya untuk para pemainnya saja, namun fans lokal Persebaya juga sangat senang sekali terhadap dukungan yang diberikan Antangin.

Dari sinilah, menjelang digelarnya Liga 1 2019, Persebaya terus berlatih. Agar kebugaran tubuhnya tetap terjaga da tidak mudah sakit. Mereka juga selalu rutin minum Antangin, baik sebelum latihan ataupun sesudah latihan. Karena Antangin ini efektif sekali dalam mengatasi masalah masuk angin saat timnya sedang kelelahan setelah berlatih seharian.

Demi meningkatkan partisipasi pendukung Persebaya, Antangin siap memberikan 20 Drop box sebagai tempat undian yang berhadiah tiket VIP untuk para penonton yang beruntung. Drop Box ini telah tersebar ke beberapa tempat di setiap pertandingan Liga 1 Persebaya yang digelar di Gelora Bung Tomo. Secara keseluruhan, perusahaan ini siap memberikan 80 tiket VIP dan super fans.

Jersey Persebaya Surabaya Musim 2019

Kali ini, Persebaya telah meluncurkan jersey terbarunya untuk musim pertandingan 2019. Perilisannya tersebut dilakukan di Atrium Tunjungan plaza 3, di Surabaya. Grand launching jerseynya kali ini dilakukan di panggung Surabaya Fashionable Parade. Ini adalah salah satu event fashion paling besar yang digelar di kota Pahlawan.

Jerseynya kali ini berwarna hijau untuk home, putih untuk away, dan juga kombinasi hijau dan hitam untuk jersey alternate. Sebenarnya, untuk jersey home sebelumnya sudah soft launching saat babak 8 Piala Presiden digelar pada bulan Maret lalu. yang membedakan adalah dulu sponsornya belum lengkap. Karena perusahaan Gojek baru saja bergabung dalam grand launching kali ini.

Bergabungnya Gojek menjadi sponsor Persebaya membuat deretan partner Persebaya semakin bertambah. Jika dulunya sudah ada Kapal Api menjadi main partner. Kemudian, ada Antangin, MPM Honda, Reliance dan Safe Care menjadi official partner. Kini ada tambahan Gojek sebagai partner terbarunya. Jika dilihat secara keseluruhan, jersey alternate milik Persebaya terlihat sangat istimewa.

Jerseynya kali ini telah didesain desainer dari Surabaya, yaitu Alben Ayub Andal. Ini adalah pertama kalinya jersey Persebaya dibuat oleh desainer dari Surabaya asli. Tak hanya untuk jersey saja, kedepannya Azrul ingin memaksimalkan desainer khas Surabaya lebih jauh. Karena nantinya akan dibuat juga beberapa merchandise yang akan dijual khas Persebaya untuk para fans Persebaya.

Tidak hanya sekedar mempertahankan Croco sebagai bahan utamanya di musim 2017 silam, kali ini jersey yang dibuatnya menggunakan microdot sebagai bahan utamanya. Sehingga, hal ini membuat jersey Persebaya kali ini terasa lebih nyaman dipakai. Apalagi saat ini teknologi yang diaplikasikan pada jersey home away turut terpasang pada kostum Persebaya. Hal ini membuat jerseynya makin unik.