Informasi Club Sepak Bola Internasional

Menu Close

Category: sepak bola

Lagi, USA tak terkalahkan di piala dunia wanita 2019

Piala dunia wanita tahun ini diselenggarakan pada tanggal 7 Juni 2019 hingga 7 Juli 2019. Prancis untuk pertamakalinya menjadi tuan rumah pada pagelaran ini setelah mendaftarkan diri secara resmi kepada FIFA selain Korea Selatan. Dengan begitu Prancis menjadi negara Eropa ketiga setelah Amerika Serikat dan Jerman yang telah menjadi tuan rumah Togel.

Ada 25 team yang menjadi peserta Piala Dunia Wanita kali ini yang dibagi ke dalam 6 konfederasi yaitu Jepang, Australia, Tiongkok, Thailand, Korea Selatan, Nigeria, Afrika Selatan, Kamerun, Amerika Serikat, Kanada. Selain itu, masih ada lagi negara Jamaika, Brasil, Cile, Argentina, Selandia Baru, Prancis, Inggris, Skotlandia, Norwegia, Swedia, Jerman, Italia, Spanyol dan Belanda.

Piala dunia tahun ini dibagi menjadi 4 pot. Masing-masing pot akan dipisah berdasarkan peringkat FIFA. Dari pembagian pot tersebut menghasilkan 6 grup yang akan menjadi lawan bertanding. Prancis melawan Korea selatan menjadi team pertama yang berlaga, ditutup oleh Amerika Serikat melawan Belanda dengan skor akhir 2-0.

Pertandingan terakhir menjadikan USA sebagai juara bertahan pada piala dunia sepak bola wanita, setelah pada tahun 2015 kemarin juga menduduki peringkat pertama. Amerika selatan maju ke babak final setelah mengalahkan inggris 2-1 pada tanggal 2 juli 2019 di stadion  Décines-Charpieu Prancis. Dengan begitu Belanda berada pada posisi ke dua dan Swedia pada posisi ke tiga.

Perjalanan Amerika Serikat Hingga Sampai Final

Pertandingan pertama Amerika Serikat dilakukan pada tanggal 24 Juni 2019 melawan Spanyol dengan skor akhir 2-1. Setalah itu, pada tanggal 28 Juni Amerika Serikat menang 2-1 melawan Prancis. Pada tanggal 2 Juli Amerika Serikat masuk ke final setelah mengalahkan team Inggris 2-1, lalu menjadi juara pertama piala dunia wanita 2019 dengan skor 2-0 melawan Belanda.

Dalam laga final Amerika Serikat vs Belanda pada tanggal 7 Juli kemarin, Amerika berhasil baru berhasil mencetak gol pada menit ke 61 setelah Stefanie van der Gragt melakukan pelanggaran kepada Alex Morgan di dalam kotak penalti. Tendangan pada penalti ini dilakukan oleh Megan Rapinoe dan berhasil menembus gawang kiper Van Veenendaal dengan sempurna.

Setelah gol pertama, Belanda sempat melakukan perlawanan melalui Vivianne Miedema hingga hampir saja mencetak gol. Namun karena Vivianne terus-terusan diapit pemain lawan dan pertahanan lawan yang cukup kuat, kondisi ini malah menjadi pembuka awal untuk Amerika melalui Rose Lavelle menambah skor pertandingan pada menit ke 69. Skor 2-0 ini bertahan hingga pertandingan selesai.

Tahun 2019 adalah kali keempat Amerika Serikat Menjadi Juara Piala Dunia Wanita. Setelah pada tahun 2015, 1999 dan 1991 juga berjaya. Pada tahun 2015 Amerika menang melawan Jepang dengan skor akhir 5-2. Tahun 1999 mengalahkan Tiongkok 5-4 adu penalti dan Tahun 1991 menang melawan Norwegia dengan hasil akhir 2-1.

Pada piala dunia wanita tahun 2011 AS melawan Jepang pada pertandingan final merupakan pertandingan balas dendam AS karena pada piala dunia sebelumnya sudah di kalahkan. Pertandingan sebelunya pada tahun 2011, AS sempat sakit hati karena kekalahan yang dramatis dimenit-menit akhir perpanjangan waktu. Dan yang paling membekas pasti kekalahan AS dari Jepang akibat adu penalti yang harus dilakukan.

Kontroversi Piala Dunia Wanita 2019

Pada pertandingan Kamerun melawan Inggris, sempat ada kejadian unik penuh drama pemain Kamerun yang sempat “merajuk” tidak mau melakukan kick off karena merasa gol kedua Inggris tidak sah. Gol kedua yang dilakukan oleh Ellen White di injury time ini dianggap pemain Kamerun tidak sah, karena salah seorang pemain inggris dianggap offside.

Karena hal tersebut wasit sampai harus menilai melalui VAR (vidio assistant referee). Namun setelah melihatnya, wasit tetap tidak merubah angka karena pemain yang ada pada posisi offside dianggap tidak terlibat dalam proses terjadinya gol. Hal ini membuat wasit harus berunding empat mata dengan Gabrielle Onguene sebagai kapten, agar para pemain Kamerun mau mulai bermain lagi.

Selain itu, ada insiden peludahan yang dilakukan oleh Augustine Ejangue kepada pemain Inggris Toni Duggan. Bahkan di media sosial banyak tersebar foto lengan Tonni Dugaan yang di penuhi air liur. Hal ini dianggap memalukan dan dikecam oleh banyak pihak. Bahkan Phil Neville sebagai pelatih Inggris mengatakan, bahwa itu perilaku paling buruk yang dilakukan di lapangan.

Pertandingan kali ini adalah pertandingan pertama AS yang tidak dapat membobol gawang lawan pada 15 menit pertama bahkan hingga babak kedua berjalan. Dengan kemenangan tahun 2019 ini, Amerika Serikat semakin mengukuhkan gelas pemilik gelar juara dunia wanita terbanyak dalam sejarah piala dunia wanita. Sejauh ini Amerika Serikat telah memiliki empat trofi piala dunia.

Match Fixing Membayangi Permainan Klub Sepak Bola Indonesia

Apabila mengikuti perkembangan klub bola Indonesia selalu saja ada kontroversi yang terjadi, mulai dari fans, klub, maupun penyelenggara. Tragedi kematian supporter antar klub yang didukung dalam pertandingan seringkali terjadi. Berawal dari adu mulut, saling tak terima mulai dari unsur klub itu sendiri atau permainan yang tidak berjalan semestinya.

Namun yang paling disoroti adalah permainan belakang yang dilakukan oleh para mafia sepak bola. Alih-alih dengan tujuan tertentu, skor data sgp dimanipulasi. Permainan dalam pertandingan tak lagi se-natural semestinya. Karena bisa disebut seperti drama settingan yang sudah memiliki narasi, baik dari pemain antar klub atau unsur lain seperti wasit dan hakim garis.

Match Fixing Kerap Terjadi

Istilah permainan seperti ini dikenal sebagai match fixing atau manipulasi permainan. Atau bisa dibilang di sebuah pertandingan sepak bola sudah dibeli untuk memenangkan salah satu pihak. Biasanya wasit yang bertugas sudah disuap untuk memihak salah satu klub yang bertanding. Hukuman pelanggaran pemberian kartu yang seharusnya dikenakan apabila terjadi pelanggaran permainan bisa saja tidak diberikan.

Meskipun sesuai amanat Kapolri No. 3678 tanggal 21 Desember 2018 membentuk Satuan Tugas Anti Mafia Bola yang bertujuan memberantas pengaturan skor tetap saja belum maksimal. Di berbagai Liga yang diadakan masih saja terjadi. Biasanya yang sudah biasa menonton sepak bola pasti tahu perbedaannya. Mana yang tanpa kecurangan atau permainan dengan kecurangan.

Bagaimana pun keberadaan skor pada sebuah pertandingan menjadi yang ditunggu-tunggu. Apalagi jika klub yang didukung menang akan menjadi kebanggaan tersendiri. Karena jarang pula seseorang mendatangi sebuah pertandingan sepak bola yang digelar tanpa maksud mendukung klub tertentu. Namun yang terjadi sekarang pengaturan skor menjadi sebuah problematika.

Kejanggalan demi kejanggalan selalu menjadi sorotan penonton, efek jangka panjangnya penonton yang sebelumnya fanatik menjadi malas untuk menonton pertandingan. Tetapi bagi yang tidak tahu malah semakin senang karena klub yang didukungnya menang, bahkan juara. Yang paling ngeri adalah sebelum pertandingan berlangsung, antar tim sudah bernegosiasi menang dan kalah.

Dalih kepentingan untuk mempertahankan klub karena urusan pembiayaan klub menjadikan hal semacam ini diterima, meskipun sudah tahu risiko ke depannya. Permainan yang paling menjadi sorotan terjadi pada 2018 saat PS Mojokerto Putra melawan PSS Sleman. Padahal saat itu sedang pinalti, tetapi bola dibuang begitu saja. Pinalti adalah hukuman tim lawan yang paling berharga untuk membalas skor.

Modus Praktik Match Fixing

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali sangat menyadari hal semacam ini sangat sering dan mudah terjadi di Indonesia. Sejak tahun 2003 praktik ini sudah merambah ke Liga Indonesia. Apabila ditelisik lebih mendalam mengenai kepentingan pengaturan skor sangat luar biasa. Karena tujuan utama dalam permainan sepak bola adalah skor yang saling beradu.

Bandar atau mafia sepak bola di Indonesia kebanyakan berasal dari Malaysia, Hongkong, dan Singapura. Dengan modus menghubungi seseorang yang dianggap memiliki jaringan dalam permainan kepada runner klub. Bandar tersebut kemudian mengajukan dan meminta saran kepada runner klub yang akan dipakainya dengan imbalan tertentu.

Selain itu juga berperan sebagai jalan awal masuknya bandar menuju permainan kompetisi. Dapat kita ketahui untuk menjadi bandar juga harus tahu seluk beluk persepakbolaan dengan baik. Mungkin juga sudah lama bermain di dunia seperti ini. Proses permainan diserahkan kepada runner, oleh karena itu di sini runner sebagai pihak pengatur skor atau penjembatan.

Sebenarnya praktik semacam ini bisa berjalan karena dasar kedekatan, meskipun pada kebanyakannya adalah unsur uang semata. Praktik ini berjalan dengan memanipulasi pemain, manajemen tim, maupun penyelenggara. Bahkan, gol bisa disetting detik dan menitnya.

Hukuman Bagi Pengatur Skor

Sebenarnya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah mengatur aturan hukumnya melalui Kode Disiplin pasal 72 tentang manipulasi pertandingan secara ilegal. Dalam pasal ini berbunyi,”Siapa pun yang berkonspirasi mengubah hasil pertandingan akan mendapat sanksi berupa denda sebesar Rp 250.000.000 dan sanksi larangan ikut serta dalam aktivitas sepak bola seumur hidup.”

Aturan ini tidak hanya ditujukan bagi pemain saja, melainkan semua unsur yang terlibat seperti manajemen atau official, perangkat pertandingan, dan penyelenggara. Hukuman terberat dikenakan kepada klub yang bermasalah denda Rp 500.000.000 dan sanksi larangan berlaga dengan didegradasi atau pindah liga. Karena bagi orang yang tahu, setiap liga memiliki gengsi tersendiri.

Dan bagi para pelaku pengaturan skor atau bandar secara personal bisa dijebloskan ke penjara karena dituntut secara hukum. UU No.11 Tahun 1980 Pasal 2,3,4, dan 5 tentang tindakan pidana suap. Sehingga tak lagi celah secara hukum. Sekarang tergantung bagaimana moral dan pengawasan berlangsungnya sebuah pertandingan. Semua unsur dalam pertandingan harus turut serta mendukung berjalannya pertandingan yang diselenggarakan secara sportif. Penonton juga harus cerdas dalam membaca permainan. Apabila tidak dihilangkan sepak bola Indonesia akan kehilangan antusias penontonnya.

TIMNAS Muda Baru dengan Segudang Talenta dan Penghargaan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia tahun ini memang sedang dilanda kebahagiaan yang luar biasa. Para pemain muda yang berbakat kini mulai bermunculan dan terpilih menjadi pemain terbaik untuk masuk Timnas. Kita tahu sendiri jika Timnas beberapa waktu itu sempat terpuruk karena gagal di beberapa pertandingan yang diikuti. Namun, itu bukanlah akhir, justru menjadi tamparan untuk menjadi lebih baik lagi.

Timnas sebenarnya sudah berdiri lama dari zaman sebelum merdeka. Tapi PSSI, tidak mengakui pertandingan yang terjadi pada masa sebelum merdeka. Dahulu memang Timnas dipandang tidak bagus oleh dunia internasional karena kurangnya arahan dari beberapa pihak yang menunggangi PSSI. Terlebih lagi, beberapa waktu lalu PSSI terlibat masalah mengenai ketuanya yang tidak bagus dalam mengatur PSSI.

Namun, segudang masalah tersebut tidak membuat Timnas menyerah begitu saja untuk mendapatkan kemenangan. Terbukti, di era baru pada tahun 2016, Timnas U-23 telah menang menjadi Runner-up Piala Suzuki AFF 2016 dan langsung melaksanakan kongres pada tanggal 8 Januari 2017 dalam rangka menetapkan Luis Milla untuk menjadi pelatih Timnas Senior dan juga U-23.

Sementara itu, baru-baru ini pada tahun 2018 hingga 2019, Timnas U-16 dan juga U-22 telah menorehkan prestasi baik tim ataupun pemainnya. Penghargaan tersebut merupakan angin segar pada sepak bola Indonesia karena kini sepak bola Indonesia telah bangkit dan tak terpuruk lagi, ada harapan untuk menuju kesuksesan dengan para pemain baru yang masih muda.

Penghargaan dan Rekor Timnas U-22 Dikejuaraan Piala AFF

Setelah mengalami musim paceklik, kini Timnas U-22 telah memenangkan piala AFF U-22 dengan kemenangan 1xbet 2-1 atas Thailan di Stadion Phnom Penh, Kamboja pada 26 Februari 2019. Dengan hasil yang keluar tersebut, Indonesia keluar sebagai pemenang AFF untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun mengikuti kejuaraan ini.

Sebenarnya, Timnas Indonesia sempat pesimis karena harus bermain dengan 10 pemain saja. Namun, keberuntungan memang telah berpihak pada kita, gol dari Timnas Indonesia tercipta melalui gol bunuh diri dari 2 orang pemain Thailand dan diamini oleh 2 pemain yang mencetak gol. Ada banyak rekor yang ditorehkan oleh Timnas U-22 ini. Berikut adalah beberapa rekor yang tercatat selama pertandingan piala AFF :

  1. Memperoleh rekor dan sejarah baru untuk Indra Sjafri. Indra terbukti telah menjadi pelatih berpengaruh karena dapat membawa Timnas menuju kesuksesan dengan meraihnya kejuaraan AFF untuk timnas U-22 ini setelah AFF U-29 dan juga AFF U-19.
  2. Terdapat Top Scorer. Dengan kejuaraan ini, Garuda Muda juga telah mencetak top scorer baru yaitu Marinus Wanewar yang telah mencetak tiga gol. Dan skor tersebut ternyata sama dengan kapten Thailan, Saringkan Promsupa dan dari Vietnam, Tran Danh Trung.
  3. Tidak hanya itu, ternyata Timnas U-22 adalah tim yang paling produktif di piala AFF 2019. Perlu Anda tahu, di catatan, Indonesia telah mencetak 8 gol. Lebih banyak dibandingkan dengan Vietnam yang hanya 7 gol saja.
  4. Rekor yang Cemerlang untuk Indonesia. Karena dikatakan Timnas U-22 adalah tim tak terkalahkan. Hal itu disebabkan Indonesia tidak pernah terkalahkan dengan hasil rekor 2 imbang dan ada 3 kemenangan.
  5. Indonesia telah mempunyai 3 gelar untuk piala AFF yaitu ztimnas U-19 pada tahun 2013, U-16 pada tahun 2018  dan U-22 pada tahun 2019.

Pemain Timnas U-16 Mendapatkan Penghargaan yang Bergengsi

Kita sendiri tahu bahwa Timnas untuk U-16 telah menorehkan prestasi terlebih dulu pada tahun 2018 karena telah memenangkan piala AFF. Ternyata tidak hanya itu, para pemain Timnas U-16, juga diberikan penghargaan Indonesia Sport Award dengan predikat terfavorit untuk tim beregu putera.

Tentu dengan penghargaan tersebut, menambah semangat untuk para pemain untuk bisa berlatih lebih giat lagi dan memenangkan turnamen-turnamen lainnya yang siap menanti mereka di masa depan yang akan datang. Selain menjadi semangat bagi mereka, penghargaan tersebut juga memberikan rasa bangga kepada setiap pemain karena kerja keras mereka terbayarkan dengan penghargaan tersebut.

Tidak hanya itu, salah satu pemain Timnas U-16 yang bernama Supriyadi juga mendapatkan penghargaan dari walikota Surabaya, yaitu bu Risma. Penghargaan tersebut diberikan pada upacara kemerdekaan, dan Supriyadi juga telah diundang untuk datang ke Balai kota Surabaya. Dan Supriyadi telah hadir di kediaman bu Risma pada malam hari tanggal 16 Agustus 2018.

Bu Risma memberikan penghargaan kepada Supriyadi sifatnya istimewa karena Supriyadi adalah pemain U-16 yang berasal dari Rungkut, Surabaya telah mengharumkan dan membanggakan kota Surabaya dengan prestasi yang ia torehkan.

Semakin berkembangnya dunia sepak bola Indonesia, kita sebagai rakyat Indonesia harus terus memberikan semangat kepada para pemain muda yang sekarang sedang berjuang untuk membawa kesuksesan. Semangat terus persepak bolaan Indonesia!